Langsung ke konten utama

Postingan populer dari blog ini

Tembang WARAWEDHA ( the power of faith and affection )

:::" W A R A W E D H A "::: Sunan Kalijaga salah satu dari Walisanga yang memegang teguh tradisional dalam syiar agama. Karya-karyanya tidak meninggalkan nilai-nilai agama dan tradisonal / budaya yang ada di masyarakat. Salah satu karyanya dalam tembang / lagu " Pangkur " dengan titel " Warawedha ", memiliki nilai-nilai dan kekuatan imateriil. Tembang ini berfungsi membersihkan jiwa dari parasit-parasit atmosfer negatif. Warawedha berasal dari dua suku kata " Wara " dan " Wedha ". Wara memiliki makna pengumuman atau perintah, dalam hal ini lebih tepat sebagai " Pitutur " atau " Nasehat ". Wedha memiliki makna air yang jernih dan sejuk, dalam masyarakat jawa air yang telah dimasak disebut dengan " Wedhang ". Sehingga dapat disimpulkan Warawedha berisi air jernih yang sejuk, diberikan dalam bentuk pitutur atau nesehat sebagai sebuah siraman / pembersihan jiwa. Dalam masyarakat budaya jawa air sirama...

Ngopi ( Ngopeni Ati )

ILMU GHOIB JAWA SEMEDI,DZIKIR, MEDITASI dan KONTEMPLASI   Barangkali kita semua tidaklah merasa asing mendengar judul yang saya buat diatas, namun sejenak saya hanya ingin mencoba memberikan penjabaran berdasarkan pengalaman yang saya miliki. Apa sih sebenarnya tujuan Meditasi atau Kontemplasi itu yang sesungguhnya…??. Meditasi bisa disamakan dengan ZIKIR, malahan dalam istilah Jawa hal ini biasanya disebut dengan “ manekung “ yang berasal dari kata “ tekung “ yang bermakna sebagai sikap yang “ tunduk “ atau menundukkan diri. Dalam khazanah pendaki Spiritual ( sufisme ) zikir berarti secara terus-menerus menyebut kata-kata tertentu secara berulang-ulang. Biasanya berupa kata “ pujian “ terhadap Tuhan Hyang Moho Tunggal yang pada intinya zikir adalah sebagai formula untuk mengingat –ingat akan keberadaan Tuhan. Dalam praktiknya zikir berupa aktifitas menuangi pikiran dan hati dengan nama atau pujian terhadap Tuhan. Atau menuangkan “ Asma “ Tuhan ke dalam hati dan pikiran ...